Pages

berdiam


adakalanya berdiam itu nampak mudah,
tampak bagai terlerai masalah,
terhapus gundah,
mengikis prasangka.

salahkah jika aku mendiam ?
niat untuk mengelak luka,
bahkan ia hanya menambah curiga;
menanam prasangka.

katanya hati sudah ketat diikat,
lebih-lebih lagi bagi yang terpilih dan memilih di jalan ini.

mungkin benar dan ya hati sudah berhubungan.
cuma mungkin ini cuma ujian.

aku yang mendiam,
berharap agar yang di sana tidak susah hati.

oh tidak,
ini soal hati bukan soal akal.
yang sakit akan tetap sakit,
yang curiga itu juga takkan hilang.

disinilah ikhlas dan tulus itu diuji.
sedang hatiku yang berkecamuk;
menanti hari...
menunai ikhlas dan tulus yang dijanji.

dan aku yang masih terus-terusan berdiam.
agaknya..sampai bila ya?

sekali ia ditarik!


Bismillahirrahmanirrahiim...

Panggilan dari bumi sakura pada pagi tadi membawa berita yang mengejutkan. Selama ini terasa bagai masa untuk kembali ke sana masih lama, dan ruang untuk menapakkan kaki ke bumi Great Britain masih luas tersisa. Tapi...

" Salam. N, aku dapat call tadi. Tiket korang 20hb nanti kena cancel. Cuaca buruk katanya. "

" Habis tu, pilihan tiket lain berapa hari bulan ?"

" 19hb..kalau nak 20hb tu transit banyak sangat "

" Kalau gitu kita balik 19hb lah.."

Maka, hari berjaulah menjadi kurang sehari. Hasrat untuk memenuhkan hati dan meninggikan himmah bersama seorang murobbi terpaksa dilupakan. Ah, sedihnya terasa..

***

Teringat kembali ketika kami sama-sama duduk dalam satu halaqah siang tadi. Terkesan dengan satu video yang dipertontonkan. Video tentang beza 10 minit.


Ya..masa sukar dijangka. kadang-kadang terlalu asyik menyangka yang kita selamanya bahagia dalam masa yang diimpi. Wah, indahnya...kita bakal melakukan itu, melakukan ini dan selalu yakin yang kita bakal bertemu esok. Menyebabkan kita selalu lengah, selalu lambat bergerak dan terlampau culas.

Tidak mustahil jika 1 saat itu bakal menentukan kita berada dalam jalan bahagia atau sengsara. Walau 1 detik cuma, ku nasihati pada diri..hargailah. Rugilah manusia melainkan yang beriman dan berdakwah. Moga tsabat dalam menempuh jalan..amin.

sesaat di Nottingham

tapi, ruhnya tiada!


Bismillahirrahmanirrahiim...

Khamis lepas, alhamdulillah berpeluang untuk saya dan teman-teman sejaulah berjalan-jalan ambil angin mengelilingi sekitar bandar London. Tatkala saya yang sedang berjalan berlenggang kangkung, dan agak jauh ketinggalan dibelakang berbanding teman-teman yang lain ketika menyusuri St. James Park untuk ke Buckingham Palace, bahu saya terasa diusik seseorang...

" Fizah, macammana ni. Kita dah sampai London ni. Tapi I still takde perasaan. Macam rugi je.."

Saya mendengar dan mengangguk setuju. Kerna saya pun sebenarnya berfikir begitu. Jika niat untuk memijakkan kaki ke Tanah Great Britain ini semata-mata untuk menatap Big Ben, melihat askar di Buckingham Palace, dan bergambar kenangan di tengah-tengah bandar London, saya perolehi semua ini. Namun, saya dan teman masih tidak puas jika itulah niat kami ke sini!

Alhamdulillah, bumi Allah kan luas. Dan tujuan ke bumi Great Britain ini bukan sekadar mahu bergambar kenangan di dinding-dinding batu. Malah matlamatnya moga-moga bakal menggegarkan jiwa dan menggemparkan bumi Jepun tatkala kami kembali nanti.

dan saya pun berlari-lari anak ke hadapan, mengejar teman-teman. Sambil tersenyum melihat teman-teman yang sambil berjalan dan menghafal doa dari al-Quran. ( 3: 191 )

hati di turki


Bismillahirrahmanirrahiim...

Terngiang-ngiang kembali pesanan seorang pakcik Turki, yang Allah jumpakan kami padanya saat kami mengunjungi Topkapi Palace di bumi Sultan Muhammad al-Fatih.

Pesanannya ringkas, tapi sangat berisi..

" Di sini ramai pencuri. Ada pencuri dompet, ada pencuri hati. Jadi, hati-hati "

yang menariknya, pak cik ini menuturkannya dalam bahasa Melayu. Kami gelarkannya 'murobbi di bumi Turki'...

Jaga hati...!

nota kaki:
- 24:31